Jumat, 17 Februari 2012

Tematik


PEMBELAJARAN TEMATIS
DI KELAS I,II, DAN III SD dan MI

 Ciri utama anak usia SD dan MI:
1.    Melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik)
2.    Perkembangan fisik tidak pernah bisa dipisahkan dengan perkembangan mental, sosial, dan emosional
3.    Perkembangan itu akan terpadu dengan kehidupan, pengalaman, dan lingkungan.


Kegiatan pembelajaran hendaknya:
1.  Bersahabat, menyenangkan, tetapi tetap bermakna bagi anak
2.  Dalam menanamkan konsep atau pengetahuan dan kete-rampilan, anak tidak harus didrill, tetapi ia belajar melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah dipahami. Bentuk pembelajaran ini dikenal dengan pembelajaran terpadu/tematis, dan pembelajarannya sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak


Ciri-ciri pembelajaran tematis:
1.  Berpusat pada anak
2.  Memberikan pengalaman langsung pada anak
3.  Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
4.  Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran
5.  Bersifat fleksibel
6.  Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak


Pembelajaran tematis memiliki kekuatan di antaranya:
1.  Pengalaman dan kegiatan belajar yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak
2.  Menyenangkan karena bertolak dari minat dan kebutuhan anak
3.  Hasil belajar akan bertahan lebih lama karena lebih berkesan dan bermakna
4.  Mengembangkan keterampilan berpikir anak sesuai dengan permasalahan yang dihadapi
5.  Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerja sama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.     

 

Peran Tema dalam pembelajaran tematis:

1.  Siswa mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu
2.  Siswa dapat mempelajari pengetahuan dan mengembangan berbagai kompetensi mata pelajaran dalam tema yang sama
3.  Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan
4.  Kompetensi berbahasa bisa dikembangkan lebih baik dengan mengaitkan mata pelajaran lain dan pengalaman pribadi anak
5.  Anak lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas
6.  Amak lebih bergairah belajar karena mereka bisa berkomunikasi dalam situasi yang nyata, misalnya bertanya, bercerita, menulis deskripsi, menulis surat, dan sebagainya untuk mengembangkan keterampilan berbahasa, sekaligus untuk mempelajari mata pelajaran lain
7.  Guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam 2 atau 3 kali pertemuan. Waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran tematis:
Þ    Pembelajaran tematis dimaksudkan agar pelaksanaan kegi-atan belajar-mengajar menjadi lebih bermakna dan utuh
Þ    Dalam pelaksanaan pembelajaran tematis perlu memper-timbangkan antara lain alokasi waktu setiap tema, memper-hitungkan banyak dan sedikitnya bahan yang ada di lingkungan
Þ    Pilihlah tema yang terdekat dengan anak
Þ    Lebih mengutamakan kompetensi dasar yang akan  dicapai daripada tema

LANGKAH-LANGKAH
MENYUSUN PEMBELAJARAN TEMATIS

Langkah ke-1:
Mempelajari dan memahami standar kompetensi dan   kompetensi dasar pada kelas dan semester yang sama dari setiap mata pelajaran di kelas I, II, dan III SD dan MI


Langkah  ke-2:
Memilih tema yang dapat mempersatukan kompetensi-kompetensi tersebut untuk setiap kelas dan semester.

Pilihan Tema:

1.     Diri Sendiri
2.     Keluarga
3.     Lingkungan
4.     Kegemaran
5.     Pengalaman
6.     Tumbuh-tumbuhan
7.     Binatang
8.     Tempat Umum
9.     Makanan
10.    Permainan
11.    Kegiatan Sehari-hari
12.    Peristiwa
13.    Transportasi
14.    Olahraga
15.    Hiburan

16.    Kesehatan
17.    Kepahlawanan
18.    Moral
19.    Kebersihan
20.    Keindahan
21.    Ketertiban
22.    Budi Pekerti
23.    Pariwisata
24.    Pertanian
25.    Kebiasaan
26.    Pergaulan
27.    Pedesaan
28.    Pendidikan
29.    Hidup Hemat
30.    Disiplin
31.    Kesenian


Contoh:

Kelas I
Kelas II
Kelas  III
Semester 1
Semester 2
Semester 1
Semester 2
Semester 1
Semester 2
1.          Diri sendiri
2.          Keluarga
3.          Lingkungan
4.          Pengalaman
5.          Kegiatan sehari-hari
6.          Binatang
7.          Tumbuhan
8.          Kebersihan
9.          Peristiwa
10.      Tempat umum

1.Peristiwa
2.Tempat umum
3.Kegiatan 4 Sehari-hari
5. Peristiwa
6.Transportasi
7.Olahraga
8.Hiburan





Catatan:
1.    Beberapa prinsip dalam memilih tema: dari yang diketahui ke yang belum diketahui, dari yang dekat ke yang jauh, dari yang sederhana ke yang rumit, dan dari yang konkret  ke yang abstrak
2.    Tidak ada ketentuan jumlah tema dalam satu satu semester, namun diperkirakan 10 sampai dengan 12 tema.
3.    Beberapa tema yang telah dipilih pada satu semester dapat digunakan lagi pada semester berikutnya atau semester lain.
4.    Pemilihan tema perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa serta lingkungan setempat.
5.    Alokasi waktu pelaksanaan pembelajaran untuk sebuah tema diperkirakan sekitar 2 sampai dengan 3 minggu


Langkah ke-3:
Membuat “Matriks Hubungan Kompetensi Dasar dengan Tema”. Dalam langkah ini penyusun memperkirakan dan menentukan kompetensi-kompetensi dasar pada sebuah mata pelajaran cocok dikembangkan dengan tema apa. Langkah ini dilakukan untuk semua mata pelajaran.


Langkah ke-4:
Membuat jaringan tema. Pada jaringan tema ini akan terlihat kaitan antara tema dengan kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema juga dapat dibuat dalam bentuk peta tematis.


Catatan:

1.      Tidak harus memaksakan mengkaitkan semua mata pelajaran dalam satu tema. Sejauh dapat mengkaitkan lebih banyak mata pelajaran hal itu lebih baik, namun jika tidak bisa mungkin hanya mengkaitkan tiga atau empat mata pelajaran.

2.     Dalam menyusun jaringan tema ini perlu memperhitungkan bobot alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran sehingga akan mempengaruhi jumlah kompetensi dasar, dan indikator yang dipilih untuk setiap tema, yaitu berkisar 15% untuk Agama; 50% untuk Membaca dan Menulis Permulaan serta Berhitung; dan 35% untuk IPA, IPS, PKn, Seni dan Budaya dan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan.

Langkah ke-5:
Menyusun silabus berdasarkan jaringan tema atau peta tematis.


1.  Silabus disusun sesuai dengan format silabus mata pelajaran (lihat contoh silabus mata pelajaran di kelas IV – VI)
2.  Dalam menyusun silabus, ciptakan berbagai kegiatan yang sesuai dengan kompetensi  dan tema. Kegiatan-kegiatan itu misalnya:
Þ  mengadakan kunjungan ke pertanian, pasar, warung, pabrik, dll.
Þ  Membawa narasumber ke sekolah, misalnya polisi, dokter, pegawai pos, tukang sayur, dll.
Þ  Memanfaatkan cerita dari buku atau majalah anak-anak.
3.  Kompetensi dasar setiap mata pelajaran yang tidak bisa dikaitkan dengan tema dalam pembelajaran tematis dibuatkan silabus tersendiri sesuai mata pelajaran dan juga diajarkan tersendiri.
4.  Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran
5.  Komponen yang dibuat/disusun oleh penyusun silabus adalah Materi Pokok, Kegiatan Pembelajaran, Indikator, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar..
6.  Kegiatan Pembelajaranr merupakan kegiatan yang dilakukan siswa untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan dan dipilih yang dapat dilakukan di dalam dan diluar kelas dengan metode yang bervariasi.
7.  Alokasi Waktu merupakan perkiraan waktu yang diperlukan siswa untuk mencapai kompetensi. Dalam menentapkan alokasi waktu yang perlu diperhatikan adalah tingkat kesukaran, keluasan dan kedalaman, dan tingkat kepentingan materi.
8.  Sumber/Alat/Bahan adalah buku referensi dan alat-alat yang diperlukan untuk membantu siswa mencapai kompetensi.
9.  Penilaian merupakan keterangan mengenai jenis dan bentuk penilaian yang digunakan.
10.  Langkah selanjutnya setelah silabus adalah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran






0 komentar:

Poskan Komentar